Citibank Mau Keluar dari Indonesia, Bangkrut?

Citibank Mau Keluar dari Indonesia, Bangkrut?

Dikabarkan bahwa bisnis Citigroup Sekuritas melalui PT. Citigroup Sekuritas Indonesia mau keluar dari Tanah Air. Apakah penyebab dan dampaknya bagi Indonesia?

Dalam waktu 2 tahun terakhir, beberapa perusahaan asing sudah meninggalkan Indonesia seperti Deutsche Sekuritas, Nomura Sekuritas dan Merril Lynch.

Menurut Puni A. Anjung sari yang merupakan Country Head of Corporate Affairs Citibank Indonesia mengatakan, bahwa pihaknya belum bisa menjelaskan komentar apapun terkait kabar tersebut yang sudah beredar di market.

Meski demikian, dia pun enggak berkomentar apapun soal nasib bisnis sekuritasnya. Akan tetapi, dia meyakinkan bahwa Citibank Indonesia tetap beroperasi normal seperti biasa.

“Sejauh ini Citi masih memberikan layanan yang memuaskan bagi para nasabahnya seperti biasanya dan kami belum bisa berkomentar apapun terkait isu yang beredar di pasar.” ujar Puni kepada para media di Indonesia.

Jauh sebelum ini, yang perlu diketahui oleh masyarakat Indonesia, sebenarnya Citi sudah keluar dari bisnis konsumer di 13 negara selain Indonesia. Tapi, bisnis sekuritas dan obligasi serta bisnis pendapatan tetap akan terus dipertahankan di Indonesia.

Baca juga: Wah Keren! Negara Ini Akan Bisa Bertransaksi Menggunakan QRIS

John Tambunan selaku Direktur Citigroup Sekuritas Indonesia mengatakan bahwa yang akan meninggalkan Indonesia adalah hanya bisnis Retail Consumer sedangkan perbankan masih terus beroperasi hingga saat ini.

“Business Retail Consumer akan ditutup di Indonesia, akan tetapi Business Corporate Banking masih terus terus berjalan seperti biasanya.” pungkas John Tambunan.

Kedepannya, Citigroup Indonesia akan terus melayani dan beroperasi di Indonesia dalam unit Institutional Clients Group (ICG) diantaranya: MSS (Market and Securities Service / Custodian), dan TTS (Treasury and Trade Solutions).

Selain dari pada yang sudah disebutkan diatas, untuk layanan Banking Capital Market Advisory (BCMA) teruntuk nasabah-nasabah institusional diantaranya perusahaan lokal, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga pemerintahan, keuangan, dan perusahan multinasional.

PT. Citigroup Sekuritas Indonesia juga masih memberikan pelayanan di pasar modal dan Citi Commercial Bank (CCB).

Citigroup Sekuritas Hengkang dari Bisnis Retail Banking

Citigroup Sekuritas Hengkang dari Bisnis Retail Banking

Jane Fraser selaku CEO Citi membuat keputusan yang memfokuskan bisnis Global Consumer Bank di Asia dan EMEA (Europe, the Middle East and Africa) yang menjadi pusat keuangan dunia seperti Singapura, London, Hong Kong, dan UEA (Uni Emirat Arab).

Maka dari itu, Citi akan keluar dari bisnis retail banking di sejumlah 13 negara yaitu Indonesia, Australia, Malaysia, Korea, Filipina, India, Thailand, Vietnam, Taiwan, Cina, Bahrain, Polandia, dan Rusia.

Ini merupakan strategi dari bagian perkembangan bisnis perusahaan dan merupakan langkah keberlanjutan bisnis untuk kedepannya menurut Jane, yang menjabat posisi CEO pada bulan lalu.