Perry Warjiyo Ungkap Efek Krisis Evergrande Bagi Indonesia

Ditengah pandemi yang sebelumnya sangat kacau, meningkatkan investor saham asing di tanah air. Pelaku investor mengambil peluang untuk membeli saham sebagai uapaya yang menghasilkan.

Salah satu bursa saham dunia terbesar adalah Evergrande yang ada di China. Saat ini Evergrande mengalami keterpurukan akibat keterlambatan dalam membayar dan masalah keuangan.

Diikuti dengan indeks Hang Seng Hong Kong yang juga ikut jatuh, kemudian Nikkei Jepang dikabarkan telah ambruk 2,17% dan menuju jurang kegagalan ancaman pasti gagal bayar default.

Efek Krisis Evergrande Bagi Indonesia

Bos BI Ungkap Efek Krisis Evergrande ke RI

Perry Warjiyo (Gubernur Bank Indonesia/BI) mengatakan masalah gagal bayar Evergrande menjadi salah satu yang dipantau oleh BI saat ini. Seluruh trading dunia tentunya mengalami ancaman serius, termasuk Indonesia.

Banyak investor yang khawatir dan menyimpan saham, pasar Global yang terus berjalan namun sangat tidak memungkinkan bagi mereka untuk melakukan trading. China sendiri terpaksa mencari pinjaman dan diperkirakan akan membutuhkan dana besar dan meningkatkan hutang bagi negara.

Perry Warjiyo Ungkap Efek Krisis Evergrande Bagi Indonesia

Ketua BI dan rekan kerja sepakat agar rapat mingguan terus berlangsung dalam memantau & evaluasi pergerakan perkembangan ekonomi pasar Global. Pengaruh Tiongkok ini memberikan ketidakpastian yang dimana dulu tinggi namun sekarang mereda.

Dalam jangka pendek ini terpengaruh dari apa yang terjadi di Tiongkok, yaitu khususnya gagal bayar korporasi Evergrande. Dampak yang mungkin besar dirasakan pasar trading Indonesia adalah faktor eksternal bagi investor yang membeli saham luar dan berpatokan dengan perkembangan pasar global.

Sementara di pasar SBN (Surat Berharga negara) dan nilai tukar dampaknya memang tidak banyak.

Baca Juga : Pengusaha Indonesia Mendaftar untuk Program Vaksinasi Perusahaan

Bahkan arus investasi portfolio terjadi net inflow. Itu juga sebagai salah satu faktor nilai kenapa tukar rupiah cenderung menguat, dan dengan keyakinan itu, ekonomi membaik, defisit transaksi berjalan rendah, jumlah cadangan devisa besar, dan perbaikan-perbaikan yang terus, ada kecenderungan nilai tukar menguat atau setidaknya bakal stabil.

Demikian informasi terbaru dan tranding dunia yang telah kami sampaikan bagi Anda dalam kesempatan kali ini. Simak selalu berita ekonomi dunia dan dunia yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita!