Industri Batik Menyerap Lebih Dari 200.000 Tenaga Kerja

Batik merupakan bahan pakaian yang memiliki motif khas identik dengan Indonesia. Batik sangat berkembang pesar dari suku Jawa, kualitas dan corak yang indah menjadikan batik salah satu seni yang sangat mahal dan diakui dunia.

Sandiaga Salahuddin Uno adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Mengatakan kalau industri Batik berperan cukup besar dalam pergerakan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seperti tahun 2021 saja lebih dari 200.000 tenaga kerja mendapatkan pekerjaan.

Industri Batik Menyerap Lebih Dari 200.000 Tenaga Kerja

Penarikan jumlah karyawan sebanyak ini, sangat membantu angka pengurangan penganggura yg juga menjadi faktor penuruanan kualitas ekonomi di tanah air. Seperti yang telah banyak ditemui, batik juga sudah menjurus dari seni tradisional menjadi seni modern.

Industri Batik Indonesia Mampu Menerjang Krisis Ekonomi 2021, Menarik Lebih Dari 200.000 Pekerja

industri batik mempekerjakan lebih dari 200.000 pekerja

Terhitung lebih dari 5.849 motif batik di tanah air sudah terdaftar di kementerian pariwisata. Ragam warna, desain, dan cara menggambar kain dengan canting semburan, dalam festival batik akan terlihat ragam perbedaan keindahan yang disatukan dari Aceh hingga Papua.

Bukan mendorong keuntungan dalam bidang wisata dunia, tapi karena batik saat ini lebih trend dipakai dalam busana harian formal. Tentunya hal ini juga berdampak sangat baik bagi menggerakkan perekonomian masyarakat.

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Kukuh S. Achmad mengatakan sebagai industri kreatif dengan potensi pasar yang menjanjikan, diperlukan strategi untuk menghadapi tantangan era industri ekonomi kreatif ini agar produk batik Indonesia dapat bersaing di kancah global. pasar.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kualitas batik, menurut Kukuh, peran Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi semakin penting.

Next Post ↓

Sektor Perbankan Afghanistan Nyaris Tumbang

Sekarang ini himbauan diharapkan kepada pemerintah, agar berfokus mengembangkan seni batik Indonesia lebih luas. Bersamaan melalui penerapan SNI, sehingga peluang industri batik Indonesia bisa mengjangkau lebih luas negara lainnya.

Kukuh menjelaskan, BSN wajib menyediakan SNI dan skema pelaksanaan, pengembangan, dan fasilitasi sertifikasi.

“Selain berperan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, SNI juga menjadi pedoman untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia,” kata Kukuh.

BSN telah menetapkan 32 standar kualitas batik dan produk batik dalam rangka melestarikan kain tradisional.

“Dengan SNI, berarti batik tersebut telah memenuhi standar kualitas yang diakui secara nasional dan internasional,” ujarnya.