Pernyataan Sri Mulyani Soal Pemulihan Ekonomi RI, Malaysia dan Singapura Belum Pulih

pemulihan ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa ekonomi Indonesia saat ini sudah membaik (rebound) dibandingkan tahun lalu yang mengalami kontraksi parah. Dia pun membandingkan negara tetangga seperti Malaysia hingga Singapura yang belum bernasib sama.

Pandemi Covid-19 menampar hampir semua negara di seluruh dunia karena ekonomi ikut terpuruk dan Indonesia merupakan salah satunya. Ekonomi RI pada kuartal II 2020 minus 5,32 persen atau menjadi yang terdalam sejak Pemerintahan BJ Habibie.

Kini, perlahan-lahan perekonomian Indonesia mulai bangkit. Ekonomi kuartal II 2021 melesat 7,07 persen secara tahunan (year on year). Namun, tidak semua negara yang sempat terkontraksi ekonominya, mengalami perbaikan (rebound) seperti Indonesia.

“Apakah dengan adanya kontraksi ekonomi menjamin rebound? Ternyata tidak. Lihat Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. GDP (produk domestik bruto) mereka di kuartal II 2021 belum bisa melewati kondisi sebelum Covid-19,” katanya dalam Pembukaan dan Seminar Nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) 2021 secara daring, Selasa (31/8) menurut sumber terpercaya.

Sementara Indonesia, menurut Sri Mulyani, sudah berhasil keluar dari jurang resesi pada kuartal II 2021 lalu yang positif 8,07 persen.

Sebelum krisis Covid-19 yaitu pada kuartal II 2019, PDB Indonesia di posisi Rp 2.835 triliun.
Pada kuartal II 2020, kontraksi sehingga PDB Indonesia hanya Rp 2.400 triliun, kini per kuartal II 2021 naik ke posisi Rp 2.873 triliun.

Pernyataan Sri Mulyani seperti ini menjadi trending topik di beberapa media. Apalagi Menteri Keuangan berbicara dalam konteks pembenahan ekonomi di saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai mengendor.

Baca juga : Hari Ini, Kamis 2 September 2021 Harga Emas 24 Karat Antam Turun

Pernyataan Sri Mulyani Soal Pemulihan Ekonomi RI

pernyataan sri mulyani soal pemulihan ekonomi RI

Berdasarkan informasi dari situs yang terpercaya, Sri Mulyani menempati posisi teratas di daftar trending topik. Ia mengalahkan berita Taliban mengangkat peti mati untuk mengiringi kepergian tentara Amerika Serikat.

Sri Mulyani menambahkan bahwa keberhasilan Indonesia saat ini membalikkan keadaan karena APBN bekerja sangat fleksibel. Alokasi pemulihan kesehatan dan ekonomi nasional yang semua dirancang di kisaran Rp 500 triliun, kini dilebarkan menjadi sekitar Rp 800 triliun.

“Ekonomi semester I ini kita sudah melewati fase resesi. Dan ke depannya ditentukan oleh kemampuan kita kendalikan COVID-19. Varian baru bisa berpotensi disrupsi, karena itu seluruh kebijakan harus adaptif dan fleksibel tapi harus ada arahan yang jelas untuk melindungi masyarakat,” ujarnya

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi juga mewaspadai pertumbuhan ekonomi kuartal III dan kuartal IV 2021 yang akan terdampak akibat kebijakan PPKM yang terus berlanjut. PPKM diberlakukan karena munculnya varian delta yang membuat kasus terus naik pada akhir Juli lalu.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 capai 7,07 persen, namun harus tetap waspada ekonomi di kuartal III dan kuartal IV 2021 akan alami dampak kebijakan PPKM yang kita lakukan,” kata Jokowi.