Prediksi Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Menguat Lagi?

Prediksi Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Menguat Lagi?

Hari ini, Selasa, (7/9/2021) diprediksikan dalam pasar nilai tukar rupiah terharap dolar Amerika Serikat (AS) akan mengalami penguatan. Hal ini terlihat dari pasar Non-Deliverable Market (NDF) yang sudah menunjukkan tanda-tanda.

Pasar NDF merupakan salah satu instruksi yang memperdagangkan mata uang tertentu dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu juga. Pasar NDF hanya tersedia di negara-negara yang menjadi pusat keuangan perdagangan internasional.

Negara-negara itu diantaranya New York, Singapura, Hong Kong dan juga London. Untuk di Indonesia sendiri belum ada pasar NDF sebelumnya.

Seringkali pasar NDF ini mempengaruhi psikologis dalam pembentukan harga di pasar spot. Padahal sebelumnya, pasar NDF ini dulunya hanya dimainkan oleh investor-investor asing. Namun seringkali kurang memahami kondisi fundamental dalam perekonomian di Indonesia.

Maka dari itu, Bank Indonesia (BI) membentuk pasar Domestic Non Deliverable Forward (DNDF). Pasar DNDF ini sendiri merupakan transaksi derivatif standar (plan vanilla) berupa transaksi forward yang dilakukan dengan mekanisme fixing dan juga mta uang dalam penyelesaiannya dalam Rupiah.

Respons Negatif Pasar yang Membuat Rupiah Menguat

Respons Negatif Pasar yang Membuat Rupiah Menguat

Josua Pardede selaku VP Economist Permata Bank mengatakan, prediksi penguatan rupiah hari ini dikarenakan respon negatif pasar terhadap data Non-Farm Payroll (NFP) pada periode Agustus kisaran 235 ribu, yang pada bulan sebelumnya lebih rendah sebesar 1,05 juta.

Perdagangan pada hari ini, Selasa (7/9/2021) menurutnya, masih cukup terbuka sehingga peluang terhadap penguatan rupiah masih ada. Sentimen pendukungnya ialah Sukuk Negara yang dilaksanakan dengan terget sebesar 10 triliun. Pemerintah RI mempunyai peraturan tersendiri dalam menaikkan Suku Negara tersebut dan perhitungan yang matang untuk pembiayaan resesi dalam jangka menengah hingga ke atas.

Baca juga: Citibank Mau Keluar dari Indonesia, Bangkrut?

Hingga saat ini jika memantau harga perdagangan Asia, para pelaku pasar yang mencermati rilisnya data ekonomi China seperti neraca pada perdagangan bulan Agustus lalu. Diperkirakan, kinerja ekspor China cenderung lebih lambat dari bulan-bulan sebelumnya yang mengalami peningkatan.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan diprediksikan menguat hari ini hingga sampai batas Rp. 14.400. Jika dilihat dari hari-hari sebelumnya nilai tukar rupiah selalu menguat, maka hari ini pun dipastikan prediksi tidak akan melesat. Karena melihat kondisi perdagangan Asia dan data yang ada, bisa menjadikan peluang untuk rupiah bisa lebih naik lagi hingga di atas yang di prediksikan.

“Sejauh ini yang di lihat, Rupiah diprediksikan akan berada direntang antara Rp14.300 – Rp14.400.” lanjutnya.