Sri Mulyani Waspadai Gejolak Ekonomi Global Berlanjut ke 2022

Sri Mulyani Waspadai Gejolak Ekonomi Global Berlanjut ke 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani mewaspadai karena ketidakpastian ekonomi global yang berpeluang masih akan terus berlanjut pada tahun 2022.

Ia berbicara soal gejolak inflasi di tengah pemulihan ekonomi Indonesia yang diakibatkan oleh pandemi virus Covid-19. Menurutnya, gejolak ekonomi global dapat menekan perekonomian dalam negeri.

Sebenarnya ada beberapa hal yang harus diwaspadai, diantaranya yaitu hubungan perang dagang antar Amerika Serikat dengan China juga belum usai atau belum menunjukkan keharmonisan di depan publik.

Bukan hanya menjadi pantangan bagi negara Indonesia, Sri Mulyani juga menyebutkan bahwa saat ini berbagai negara di seluruh dunia pun juga mengalami hal yang sama dalam menghadapi komplikasi untuk pemulihan ekonominya di negara masing-masing.

Dia juga mencontohkan seperti Korea Selatan (Korsel) dan juga Brazil yang angka inflasinya naik drastis. Selain itu juga ada Rusia, Meksiko, dan Turki yang dinilai angka inflasinya naik rata-rata menjadi di atas 6 sampai dengan 7 persen.

Untuk itu, Menkeu pun berjanji Bank Indonesia (BI) mampu mempertahankan inflasi yang saat ini terjadi di level 1,59 persen dan untuk tetap pada level 3,5 persen.

Baca artikel terkait: Virus Baru Covid-19 Terus Bermunculan, Pemulihan Ekonomi Terhambat

Hati-Hati! Sri Mulyani Ungkap Ekonomi RI Hadapi Masalah Baru

Hati-Hati! Sri Mulyani Ungkap Ekonomi RI Hadapi Masalah Baru

Kemenkeu mewaspadai gejolak ekonomi global yang bisa mempengaruhi laju pertumbuhan pemulihan ekonomi di Indonesia. Ia pun juga menyoroti pertumbuhan inflasi setiap negara di tengah masa pemulihan ekonomi setelah diterpa pandemi Covid-19.

Jika inflasi tinggi, maka banyak tekanan yang bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

“Sejauh ini berbagai negara di seluruh dunia sedang menghadapi banyak komplikasi ketika ekonominya baru mulai akan pulih namun di sisi lain laju inflasinya meroket tinggi hingga tak terbatas,” jelas Sri Mulyani dalam rapat APBN KiTa pada hari Kamis, 23 September 2021 kemarin.

Dirinya pun berharap, Indonesia akan tetap menjaga angka inflasi sehingga komplikasi-komplikasi terjadinya pemulihan ekonomi yang terancam oleh laju inflasi dapat terhindarkan.

“Kita semua mengaharapkan ekonomi di Tanah Air tercinta ini bisa mempunyai pemulihan yang jauh lebih solid dan kemudian menjadi kuat untuk memungkinkan seluruh lapisan masyarakat bisa mendapatkan kesempatan dalam hal kerja dan pemulihan dari kesejahteraan ekonomi keluarganya.

Dengan berbagai kondisi tersebut, Indonesia harus tetap mampu mewaspadai dan juga mencari solusi untuk memitigasi seluruh kemungkinan yang pasti akan terjadi untuk ke depannya nanti. Salah satunya dengan melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 yang kredibel.

“Hal-hal seperti inilah yang harus dan mampu untuk kita kelola. Untuk ketidakpastian dalam mengahadapi hari esok juga patuh kita semua waspadai namun bukan berarti kita tidak bisa dan tidak mampu mengelola segala hal ketidakpastian itu. Itulah yang saat ini kita akan keloa dan terus fokuskan dalam mengunakan RAPBN sebagai dasar instrumen dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di Tanah Air tercinta,” pungkasnya.